SEKILAS INFO
14-01-2026
  • 1 tahun yang lalu / “Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tidak pernah berhenti mengajar.” – Anonymous
  • 1 tahun yang lalu / “Setiap anak adalah seorang seniman. Tantangannya adalah bagaimana tetap menjadi seniman ketika mereka dewasa.” – Pablo Picasso
  • 1 tahun yang lalu / “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia.” – Nelson Mandela
19
Nov 2025
0

Pada Tahun ajaran 2025/2026 tepatnya hari senin tanggal 10 November 2025 SMP Negeri 1 Aranday melakukan pembelajaran kokurikuler dengan tema kewirausahaan “Dari pohon ke produk: Pengolahan sagu menjadi sumber penghasilan” dengan sasaran murid kelas VIII selama 6 hari. Projek ini dipicu oleh kesadaran bahwa sagu yang melimpah di lingkungan mereka hanya dimanfaatkan sebatas makanan pokok, seperti papeda. “Mengapa kita tidak mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih modern dan laku dijual?” tanya ibu Niswati sebagai guru mata pelajaran muatan lokal (Mulok) saat berdiskusi dengan tim pojek (Ibu lodasari, Pak Ahmad Rimosan). Tujuan dari kokurikuler dengan tema kewirausahaan adalah membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi pengolahan sagu menjadi sumber penghasilan, dan mampu menerapkan sikap kreativitas terhadap kewirausahaan serta nilai-nilai kewirausahaan dalam mempromosikan hal menarik tentang produk dari hasil pengolahan sagu. Berikut rangkaian pembelajaran kokurikuler kewirausahaan:

Tahap pengenalan

Pada tahap pengenalan kami melakukan kegiatan pembelajaran kokurikuler dengan rangkaian kegiatan yaitu:

  1. Pembukaan Pemebelajaran Kokurikuler

2. Asesmen Diagnostik yang bertujuan untuk mengidentifikasi status pengetahuan, keterampilan, minat, gaya belajar, dan kesulitan yang dimiliki oleh murid. Tujuannya bukan untuk menilai kinerja akhir atau memberikan nilai raport, melainkan untuk memetakan kondisi awal murid.

3. Mumbuat Keyakinan Kelas dengan tujuan agar pelaksanaan pembelajaran kokurikuler atau projek dapat berlangsung dengan baik, selain itu kayakinan kelas juga merupakan aturan yang dapat mentertibkan murid dalam pelaksanaan kokurikuler.

4. Penyampaian Materi: Materi disampaikan oleh tim fasilitator projek antara lain yaitu

  • Sosialisasi Tema, Topik, dan Dimensi Profil Lulusan
  • Kandungan Gizi Sagu
  • Cara Pengolahan Sagu Menjadi Produk
  • Membuat Desain Produk

5. Pembagian Kelompok: Kelompok dibagi menjadi 6 kelompok yang heterogen dengan tujuan agar murid dapat berkolaborasi dalam menyelesaikan tugas projek

Tahap kontekstualisasi

Pada tahap ini kami melanjutkan kegiatan pembelajaran kokurikuler dengan rangkaian kegiatan yaitu:

  1. Studi Lapangan Sagu Tomu

Pada hari kedua kami tim fasilitator projek menganjak murid-murid Smp negeri 1 Aranday untuk melakukan survey di Rumah Produksi D Tomu yang terletak cukup jauh dari lokasi SMP Negeri 1 Aranday dengan jarak tempu sekitar 50 Meter. Tujuan studi lapangan kali ini adalah menggali potensi sagu Tomu, bukan hanya sebagai makanan pokok, tetapi juga sebagai komoditas ekonomi berkelanjutan. Setibanya di sana, kami disambut oleh Ibu Siti Khadija Kokop bersama dengan ibu-ibu lain yang merupakan kariawan rumah produksi D Tomu, kemudian kami melakukan wawancara terkait dengan cara pengolahan sagu dan produk apa saja yang dihasilkan (diantarany sagu bakar, kerupuk sagu, tepung sagu, dan Kue sagu).

Selain itu, kami juga menyaksikan beberapa proses tradisional dalam pembuatan tepung sagu mulai dari penyaringan untuk mendapatkan pati sagu yang kental dan putih sampai pada tahap proses penjemuran.

2. Identifikasi Peluang Inovasi

Setalah kurang lebih 2 jam berkunjung di rumah produksi kami tim fasilitator mengarahkan anak-anak untuk kembali ke lokosai projek. Kemudian kami bersama -sama melakukan identifikasi peluang inovasi dalam hal ini membuat daftar ide produk olahan sagu inovatif dan alhamdulilah yang kami sepakati dan akan dikembangkan adalah (es cendol, brownis, sagu tindis, dan cilok)

Tahap Aksi

Pada tahap aksi kami melanjutkan kegiatan pembelajaran kokurikuler dengan rangkaian kegiatan yaitu membuat desain kemasan dan brosur bazar untuk di tawarkan, membuat poster produk untuk dijadikan sebagai media presentasi saat gelar karya, dan membuat produk yaitu sagu tindis, es cendol, cilok dan brownis yang bahan dasarnya dari sagu untuk di pasarkan ke para konsumen peminatnya.

Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut

Pada tahap ini kami melakukan Asesmen sumatif untuk mengetahui sejauh mana murid telah menguasai materi setelah pembelajaran kokurikuler berlangsung. Selain itu juga asesmen sumatif bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi sebagai dasar penentuan nilai akhir dan memberikan gambaran apakah pembelajaran kokurikuler telah efektif atau tidak. Rrefleksi digunakan untuk memahami kesulitan yang dialami dan mencari solusinya.sebagai upaya tindak lanjut.