SEKILAS INFO
15-06-2024
  • 2 tahun yang lalu / Pembelajaran Tatap Muka pasca libur Idul Fitri, kembali dibuka tanggal 9 Mei 2022
  • 2 tahun yang lalu / Segenap Guru dan Siswa SMPN 1 ARANDAY mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin
17
Feb 2023
0

Oleh Durasim, S.Pd, MM

Kepala SMP Negeri 1 Aranday

Hasil Raport Pendidikan yang diperoleh SMP Negeri 1 Aranday berdasarkan ANBK Tahun 2021 menunjukkan bahwa Kemampuan Literasi dan Numerasi peserta didik berada pada level di bawah kompetensi minimum. Hal ini disebabkan oleh input Sebagian besar peserta didik belum tuntas membaca dan menulis. Hal itu kami peroleh dari data saat melakukan tes baca tulis penerimaan peserta didik baru. Pada PPDB Tahun 2021, dari 56 calon peserta didik baru, 31 peserta didik sudah lancar membaca dengan perolehan hasil tes diatas 65. 22 peserta didik memperoleh hasil antara 45 sampai 65. 2 peserta didik di bawah 45, dan 1 peserta didik yang memperoleh hasil 0, atau kalau boleh disebut tidak bisa membaca. Hasil tes kami sampaikan kepada orang tua calon peserta didik sebagai laporan pengumuman hasil tes PPDB. 55 peserta didik dinyatakan diterima, 1 peserta didik tidak diterima karena ketidakmampuan dalam membaca.

Orang tua calon peserta didik yang tidak diterima sempat mengajukan komplain terhadap putusan panitia PPDB, mengharapkan supaya keputusan ditinjau ulang. Sebagai Kepala Sekolah saya meminta calon peserta didik dan orang tua hadir ke sekolah untuk dilakukan tes ulang sebagai solusi. Maka pada hari yang sudah ditentukan saya meminta calon peserta didik untuk tes membaca dan menulis di hadapan orang tua. Hasilnya sama seperti apa yang pernah dilakukan oleh panitia PPDB. Tidak tuntas. Maka saya sampaikan untuk menuntaskan terlebih dahulu mengulang membaca dan menulis dengan pendamipingan keluarga. Cerita di atas adalah gambaran yang terjadi bagaimana kemampuan literasi peserta didik SMP Negeri 1 Aranday begitu rendah, bahkan di bawah kompetensi minimum saat ANBK berakhir.

Dari hasil ANBK tersebut, kami memperoleh rekomendasi yang di antaranya Penggunaan modul ajar literasi dan numerasi untuk meningkatkan pemahaman guru dan peserta didik, Kegiatan rutin guru dan siswa untuk membaca dan mendiskusikan bacaan dari beragam buku dengan berbagai genre. Maka sebagai tindak lanjut dari rekomendasi tersebut, sekolah mengambil langkah berupa pelaksanaan kegiatan membaca untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didik.

Pengaturan kegiatan literasi ini dilakukan sebagai berikut.

  1. Dilakukan secara kolektif dalam satu kelas.
  2. Didampingi oleh wali kelas pada pekan pertama, dan bukan wali kelas pada pekan kedua. Begitu seterusnya bergantian.
  3. Bahan bacaan berupa buku fiksi atau non fiksi selain buku teks pelajaran, atau teks dialog hasil cetak yang disiapkan wali kelas.
  4. Bentuk lainnya adalah dengan kegiatan nonton bareng film motivasi, atau drama pendek.
  5. Dilakukan 40 menit pertama pada hari kamis, dimulai pada pukul 07.15 sampai dengan 07.55 WIT.
  6. 15 menit terakhir saat literasi ataupun nonton bareng digunakan untuk meresum hasil bacaan dalam bentuk lisan atau tulisan.
  7. Wali kelas mengevaluasi kegiatan membaca 15 menit setelah jam sekolah berakhir.
  8. Diskusi guru untuk memberikan masukan dan Langkah pembenahan.

Kami berharap kegiatan yang dilakukan berada di luar kelas untuk mendapatkan pengalaman belajar berbeda. Karena kondisi sekolah kami yang tidak memiliki halaman dengan tanah yang kering, maka kegiatan literasi dilakukan di teras kelas, laboratorium atau kantin sekolah. Beberapa wali kelas juga memilih tetap di kelas untuk efisiensi waktu. Semua dibolehkan sepanjang kegiatan literasi bisa berjalan sesuai rencana.

Kami juga menggandeng komite sekolah untuk berkolaborasi melaksanakan program literasi ini. Dari hasil diskusi dengan pengurus komite Bidang Pendidikan, mereka siap membantu dan mendampingi peserta didik yang memiliki masalah dalam membaca. Komite mengusulkan waktu pendampingan pada Hari Senin sore. Metode pendampingan kami serahkan sepenuhnya kepada pengurus komite. Tentu harapannya pendampingan dilakukan dengan metode yang berbeda dengan pembelajaran di kelas. Ini adalah bentuk kepedulian masyarakat dan orang tua melalui komite yang harus diapresiasi.

Apakah kegiatan ini akan berhasil dan dapat meningkatkan kompetensi membaca peserta didik? Dalam waktu singkat tentu mustahil. Tetapi untuk jangka panjang kami berharap program ini menunjukkan hasilnya, yaitu berupa meningkatnya kemampuan baca, dan memahami bacaan. Dengan terbiasa membaca berbagai buku, cakrawala berpikir peserta didik menjadi terbuka. Informasi dan pengetahuan tentang dunia luar mampu menginspirasi mereka untuk terus mengembangkan potensi diri, yang pada akhirnya kualitas diri juga meningkat.

Selanjutnya untuk melihat seberapa efektif program ini berjalan, dan berhasil kami akan melakukan refleksi dan evaluasi setiap bulannya. Setiap wali kelas kami minta melakukan assemen atau pemetaan terhadap kemampuan awal membaca peserta didik. Dengan begitu kami bisa mengukur peningkatan yang diperoleh setiap peserta didik. Target kami untuk jangka pendek adalah peserta didik kelas delapan akan memperoleh hasil baik pada saat ANBK Tahun 2023. Tentunya dibuktikan dengan naiknya level dan indikator pencapaian dari di bawah kompetensi minimum menjadi komptensi baik. Untuk jangka panjang kami berharap kegiatan pembiasaan berliterasi ini menjadi semacam hobby atau kebutuhan utama peserta didik. Menjadi kecanduan untuk selalu membaca buku dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut saya, sebagai mana pendapat kebanyakan orang, kegiatan yang menjadikan peserta didik sebagai sasaran program membutuhkan keteladanan. Sulit rasanya mengajar, mendidik, membimbing tanpa ada contoh konkrit yang bisa dilihat dan dirasakan peserta didik. Maka untuk mengajarkan literasi kepada mereka, sebagai guru kita harus terlebih dahulu meningkatkan kompetensi kita dalam literasi. Sehingga hal baik inilah yang kemudian diharapkan mampu melecut semangat dan menginspirasi peserta didik untuk terus berpikir bertumbuh dari masa ke masa. Wallaahu a’lam.

DATA SEKOLAH

SMP NEGERI 1 ARANDAY

NPSN : 60401956

Jl. Wanagir Kampung Sebyar Rejosari Distrik Tomu Kab. Teluk Bintuni
KEC. Tomu
KAB. Teluk Bintuni
PROV. Papua Barat
KODE POS 11111

PENGUMUMAN

Tracer Study (Survey Kepuasan)

pemberitauan masuk sekolah

Libur sekolah telah selesai