
PEMBELAJARAN KOKURIKULER BERTEMA BERKEBHINEKAAN GLOBAL , TOPIK ” SUARA DARI TIMUR : BUDAYA YANG MENYATUKAN KITA”
Pada tahun ajaran ini pemerintah telah mengeluarkan salah satu pendekatan dalam pembelajaran yaitu Deep Learning ( Pembelajaran Mendalam ). Dalam pendekatan ini, beberapa aspek pembelajaran mengalami perubahan dari 7 Profil Pelajar Pancasila ( P3 ) telah berganti menjadi 8 Dimensi Profil Lulusan.
Hal inilah yang membuat terjadinya perubahan pada kegiatan projek. Istilah P5 telah berubah menjadi Kokurikuler. Kegiatan kokurikuler tidak dibatasi lagi pada pemilihan tema, sekolah dapat menentukan topik/isu yang sesuai atau yang berkembang di masyarakat.
Pada kegiatan kokurikuler ini, kami mengangkat tema Berkebhinekaan Global karena melihat situasi dan kondisi budaya masyarakat setempat ( Distrik Tomu ). Wilayah Distrik Tomu bukan hanya dihuni oleh masyarakat asli Papua, tetapi banyak masyarakat dari luar Papua yang telah lama menetap dan menjadi masyarakat Distrik Tomu. Isu yang berkembang saat ini di Distrik Tomu mengenai Rasisme dan Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja(Budaya Denda). Selain itu, kami juga mengangkat cerita tentang Asal-Usul 7 marga yang berada di Distrik Tomu.

Kegiatan Kokurikuler dimulai dari tanggal 10 November- 18 November 2025. Pada awal kegiatan, dimulai dari pengenalan isu. Murid diajak untuk berdiskusi mengenai isu pergaulan bebas dan rasisme melalui penayangan video serta menonton pementasan drama berdasarkan cerita rakyat. Setelah itu, dilaksanakan asesmen diagnostik untuk mengetahui pemahaman awal murid mengenai isu yang dibahas.


Selama kegiatan Kokurikuler, murid dibekali materi awal tentang drama. Selain sebagai pendamping, guru juga berperan sebagai fasilitator yang menjadi pembimbing murid mulai dari penyusunan naskah, penyuntingan naskah, pengarah/pengatur drama sampai ke pementasan.
Setelah merampungkan naskah dan pemilihan peran, sampailah pada tahap latihan. Murid berlatih dengan memahami karakter dari tokoh yang diperankan sambil berlatih pada adegan yang ada pada dialog mereka masing-masing.
Pementasan drama ini tidak hanya bertujuan untuk hiburan. Tetapi lebih mengarah ke penyampaian awal mengenai pesan moral dalam setiap drama.
Drama Pergaulan Bebas (Budaya Denda): Satu Kesalahan Seribu Akibat memiliki pesan moral agar murid memahami bahwa Adat adalah warisan, tapi agama adalah pedoman. Denda tidak bisa menebus kesalahan, hanya tobat dan perubahan yang bisa menyembuhkan luka. Remaja harus belajar bahwa kebebasan tanpa tanggung jawab adalah jalan menuju penyesalan.
Drama Asal-Usul 7 Marga memiliki pesan bahwa Penting untuk saling menjaga silahturahmi antar sesama, saling menyayangi, dan menghargai karena pada dasarnya kita semua Bersaudara.
Drama Rasisme ( Berbeda Itu Keren) memiliki pesan kepada setiap murid bahkan setiap masyarakat untuk Jangan pernah menghakimi seseorang dari mana ia berasal atau seperti apa rupanya. Setiap anak Indonesia punya hak untuk dihargai dan dirangkul.





Komentar Terbaru